Rabu, 12 Februari 2014

SINTETIS ASPIRIN



A. Teori Dasar
          Asam asetil salisilat yang lebih dikenal sebagai asetosal atau aspirin adalah analgesik antipiretik dan anti-inflamasi yang sangat luas digunakan dan digolongkan untuk obat bebas. Selain sebagai prototip, obat ini merupakan standar dalam menilai efek obat sejenis. Asam salisilat sangat iritatif, sehingga hanya digunakan sebagai obat luar. Derivatnya yang dapat dipakai secara sistemik, adalah ester salisilat dari asam organik dengan substitusi pada gugus hidroksil, misalnya asetosal. Salisilat merupakan obat yang paling banyak digunakan sebagai analgesik, antipiretik dan anti-inflamasi. Aspirin dosis terapi bekerja cepat dan efektif sebagai antipiretik. (Ganiswara, 1995).
          Aspirin dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asamasetat menggunakan katalis 85% H3PO4 sebagai zat penghidrasi. Asam salisilat adalah asam bifungsional yang mengandung dua gugus ± OH dan ± COOH. Karenanya asam salisilat ini dapat mengalami dua jenis reaksi yang berbeda yaitu reaksi asam dan basa. Reaksi dengan anhidrida asam asetat akan menghasilkan aspirin. Sedangkan reaksi dengan methanol akan menghasilkan metil salisilat. Uji terhadap asam salisilat, dan aspirin komersil digunakan untuk menguji kemurnian aspirin, khususnya mendeteksi apakah masih terdapat asam salisilat dalam sampel.

B. Reaksi





C. Alat dan Bahan
ALAT
BAHAN
            Batang pengaduk
          Erlemneyer
          Gelas piala
          Kertas saring
          Pipet tetes
          Timbangan analitik
          Kaca arloji

          Asam aasetat anhidrat
          Asam sulfat pekat
          Asam salisilat
          Air suling

D. Cara Kerja
1.    Timbang 10 gram asam salisilat kering, masukkan ke dalam Erlenmeyer.
2.    tambahkan 15 gram (14 mL) asam asetat glacial dan 5 tetes (1 mL) asam sulfat pekat.
3.     Aduk campuran tersebut secara tetap selama 15 menit di atas penangas air dengan suhu 50o– 60o.
4.    Setelah pemanasan selesai, dinginkan dan diaduk kembali.
5.    Endapan yang terjadi disaring dengan penyaring Buchner.
6.    Untuk memurnikan Kristal aspirin yang didapat, dilarutkan kembali kedalam 30 mL alcohol panas dan 75 mL air suling hangat lalu aduk sampai larut.
7.    Larutan ini kemudian didinginkan perlahan dengan mendiamkan larutan itu dingin dengan sendirinya dan jangan digoyang-goyang agar Kristal yang terjadi baik bentuknya.
8.    Endapan yang terjadi disaring dengan penyaring Buchner. Maka didapatkan aspirin murni.

E. Perhitungan
1 Data Pengamatan
Asam Salisilat
Berat Kertas Saring
Berat kertas Saring + Hasil
Aspirin yang diperoleh
5,0048 gram
0,4017 gram
4,395 gram
3,9938 gram

4.2  Perhitungan
·         Massa Asam Salisilat : 5,0048
·         MR Asam Salisilat : 138 gr/mol
·         Volume CH3COOH        : 15 ml
·         MR CH3COOH    : 60,05 gr/mol
·         Bj CH3COOH                : 1.007
·         % CH3COOH                 : 98 %
·         MR Aspirin                    : 180 gr/mol

Ø Mol Rata-rata Asam Salisilat       :
                                    :              
                                           : 0,0362 mol          
Ø  Massa Rata-Rata Aspirin   : Mol Rata-Rata Asam Salisilat X MR Aspirin
                                           : 0,0362 X 180
                                           : 6,516 gram
Ø [CH3COOH]                      :
                                   :
                                           : 16,4339 Molar

Ø  Mol CH3COOH                 : Volume CH3COOH X [CH3COOH] 
                                          : 15 mL X 16,4339
                                          : 246,5 mmol
                                          : 0,2465 mol

          Aspirin yang dihasilkan dapat dihitung yaitu mol aspirin dikalikan dengan Mr-nya. Mol aspirin = mol asam salisilat = 0,0362 mol.
Mol aspirin X Mr aspirn
0,0362 x 180 = 6,516 gram.
Dari percobaan dihasilkan aspirin sebanyak 3,9938 gram
Maka rendemennya :
                             :
                             : 61,29
G. Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang dilakukan didapat massa aspirin 3,9938 gram dan hasil rendemen didapat 61,29% berada dibawah 100% disebabkan karena kurangnya ketelitian saat praktikum. Penyebab tersebut diakibatkan saat penyaringan zat, maksudnya bila dilakukan penyaringan masih ada zat yang teritnggal sehingga mempengaruhi hasil akhirnya.

0 komentar:

Posting Komentar