Sabtu, 08 Februari 2014

ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN FORMALIN PADA MAKANAN



1.      Tujuan
     Melakukan identifikasi kandungan zat pengawet berupa formalin pada makanan secara analisis kualitatif.

2.      Latar Belakang
      Akibat kemajuan ilmu teknologi pangan di dunia dewasa ini, maka semakin banyak jenis bahan makanan yang diproduksi, dijual, dan dikonsumsi dalam bentuk yang lebih awet dan lebih praktis dibandingkan dengan bentuk segarnya. Berkembangnya produk pangan awet tersebut hanya mungkin terjadi karena semakin tingginya kebutuhan masyarakat perkotaan terhadap berbagai jenis makanan yang praktis dan awet.
      Kebanyakan makanan yang dikemas mengandung bahan tambahan, yaitu suatu bahan yang dapat mengawetkan makanan atau merubahnya dengan berbagai teknik dan cara. Bahan tambahan makanan didefinisikan sebagai bahan yang tidak lazim dikonsumsi sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komposisi khas makanan, dapat bernilai gizi atau tidak bernilai gizi, ditambahkan ke dalam makanan dengan sengaja untuk membantu teknik pengolahan makanan.

3.      Dasar Teori
3.1  Formalin
Formalin adalah larutan formaldehid dalam air dengan kadar 37% yang biasa di gunakan untuk mengawetkan sampel biologi atau mengawetkan mayat. Formalin merupakan bahan kimia yang disalah gunakan pada pengawetan tahu, mie basah, dan bakso (Djoko, 2006).
Formaldehid (HCOH) merupakan suatu bahan kimia dengan berat molekul 30,03 yang pada suhu kamar dan tekanan atmosfer berbentuk gas tidak berwarna, berbau pedas (menusuk) dan sangat reaktif (mudah terbakar). Bahan ini larut dalam air dan sangat mudah larut dalam etanol dan eter (Moffat, 1986).
Formalin sudah sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila digunakan secara benar, formalin akan banyak kita rasakan manfaatnya, misalnya sebagai antibakteri atau pembunuh kuman dalam berbagai jenis keperluan industri, yakni pembersih lantai, kapal, gudang dan pakaian, pembasmi lalat maupun berbagai serangga lainnya. Dalam dunia fotografi biasanya digunakan sebagai pengeras lapisan gelatin dan kertas. Formalin juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk urea, bahan pembuat produk parfum, pengawet bahan kosmetika, pengeras kuku. Formalin boleh juga dipakai sebagai bahan pencegah korosi untuk sumur minyak. Di bidang industri kayu, formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk produk kayu lapis (polywood). Dalam kosentrasi yang sangat kecil (< 1%) digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut, perawat sepatu, shampoo mobil, lilin dan karpet (Yuliarti, 2007).
Produsen sering kali tidak tahu kalau penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan tidaklah tepat karena bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bagi konsumen yang memakannya. peningkatan risiko kanker faring (tenggorokan), sinus dan cavum nasal (hidung) pada pekerja tekstil akibat paparan formalin melalui hirupan (Yuliarti, 2007).

4.      Cara Kerja
4.1 Alat dan Bahan
Alat
Bahan
             Lumpang dan alu
            Kain
      Pipet tetes
      Gelas kimia
       Tabung reaksi

       KMnO4
        Aquades
       Sampel
·         Tahu putih
·         Tahu kuning
·         Tahu bulat
·         Baso ikan
·         Baso daging
·         Mie basah
·         Sosis
·         Basreng
·         Otak-otak ikan
·         Nughat
·         Siomay



4.2 Prosedur uji kandungan formalin
1. Sampel dihancurkan dengan lumpang dan alu.
2. Ditambahkan 30 mL aquades.
3. Kemudian disaring dengan kain.
4. Ambil 2 mL filtrat sampel yang sudah disaring.
5. lalu tambahkan 1 tetes KMnO4.
6. Adanya formalin ditunjukkan oleh hilangnya warna pink dari KMnO4.


5.      Data Pengamatan
Tabel 4.1 Pengujian Kandungan Formalin
Sampel
Hasil
Positif (+)
Negatif (-)
1. Tahu Kuning
+
-
2. Tahu Putih
+ +
3. Tahu Bulat
+ +
4. Bakso Ikan
+ +
5. Bakso Daging
 -
+
6. Mie Bakso
+ +
7. Sosis
+ +
8. Basreng
 -
+
9. Otak-Otak
 -
+
10. Nughat
+ -
11. Siomay
 -
+


Keterangan: Adanya formalin ditunjukkan oleh hilangnya warna pink dari KMnO4, maka sampel tersebut postitif (+) mengandung formalin.



6.      Daftar Pustaka
http://laporan akhir praktikum.blogspot.com/2013/06/laporan-praktikum-analisis-            kualitatif_4.html#ixzz2puFwfQwD
file://kimia terpadu/ PROYEK PENDIDKAN KIMIA Identifikasi             Kandungan  Formalin Pada Makanan.htm



0 komentar:

Posting Komentar