1. Tujuan
Melakukan identifikasi kandungan
zat pengawet berupa formalin pada makanan secara analisis kualitatif.
2. Latar
Belakang
Akibat kemajuan ilmu teknologi
pangan di dunia dewasa ini, maka semakin banyak jenis bahan makanan yang
diproduksi, dijual, dan dikonsumsi dalam bentuk yang lebih awet dan lebih
praktis dibandingkan dengan bentuk segarnya. Berkembangnya produk pangan awet
tersebut hanya mungkin terjadi karena semakin tingginya kebutuhan masyarakat
perkotaan terhadap berbagai jenis makanan yang praktis dan awet.
Kebanyakan makanan yang
dikemas mengandung bahan tambahan, yaitu suatu bahan yang dapat mengawetkan
makanan atau merubahnya dengan berbagai teknik dan cara. Bahan tambahan makanan didefinisikan sebagai bahan yang
tidak lazim dikonsumsi sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komposisi
khas makanan,
dapat bernilai gizi atau tidak bernilai gizi, ditambahkan ke dalam makanan
dengan sengaja untuk membantu teknik pengolahan makanan.
3. Dasar
Teori
3.1 Formalin
Formalin adalah larutan formaldehid dalam air dengan
kadar 37% yang biasa di gunakan untuk mengawetkan sampel biologi atau
mengawetkan mayat. Formalin merupakan bahan kimia yang disalah gunakan pada
pengawetan tahu, mie basah, dan bakso (Djoko, 2006).
Formaldehid (HCOH) merupakan
suatu bahan kimia dengan berat molekul 30,03 yang pada suhu kamar dan tekanan
atmosfer berbentuk gas tidak berwarna, berbau pedas (menusuk) dan sangat reaktif (mudah terbakar). Bahan ini
larut dalam air dan sangat mudah larut dalam etanol dan eter (Moffat, 1986).
Formalin sudah sangat umum
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila digunakan secara benar, formalin
akan banyak kita rasakan manfaatnya, misalnya sebagai antibakteri atau pembunuh
kuman dalam berbagai jenis keperluan industri, yakni pembersih lantai, kapal,
gudang dan pakaian, pembasmi lalat maupun berbagai serangga lainnya. Dalam dunia
fotografi biasanya digunakan sebagai pengeras lapisan gelatin dan kertas.
Formalin juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk urea, bahan
pembuat produk parfum, pengawet bahan kosmetika, pengeras kuku. Formalin boleh
juga dipakai sebagai bahan pencegah korosi untuk sumur minyak. Di bidang
industri kayu, formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk produk kayu
lapis (polywood). Dalam kosentrasi
yang sangat kecil (< 1%) digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang
konsumen seperti pembersih rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut,
perawat sepatu, shampoo mobil, lilin dan karpet (Yuliarti, 2007).
Produsen sering kali tidak tahu kalau penggunaan
formalin sebagai bahan pengawet makanan tidaklah tepat karena bisa menimbulkan
berbagai gangguan kesehatan bagi konsumen yang memakannya. peningkatan risiko
kanker faring (tenggorokan), sinus dan cavum nasal (hidung) pada pekerja
tekstil akibat paparan formalin melalui hirupan (Yuliarti, 2007).
4. Cara
Kerja
4.1
Alat dan Bahan
Alat
|
Bahan
|
Lumpang dan alu
Kain
Pipet tetes
Gelas kimia
Tabung reaksi
|
KMnO4
Aquades
Sampel
·
Tahu putih
·
Tahu kuning
·
Tahu bulat
·
Baso ikan
·
Baso daging
·
Mie basah
·
Sosis
·
Basreng
·
Otak-otak ikan
·
Nughat
·
Siomay
|
4.2 Prosedur uji kandungan formalin
1.
Sampel
dihancurkan dengan
lumpang dan alu.
2.
Ditambahkan 30 mL aquades.
3.
Kemudian disaring dengan kain.
4.
Ambil 2 mL filtrat sampel yang sudah disaring.
5. lalu
tambahkan 1 tetes KMnO4.
6.
Adanya formalin ditunjukkan oleh hilangnya warna pink dari KMnO4.
5. Data Pengamatan
Tabel 4.1 Pengujian
Kandungan Formalin
Sampel
|
Hasil
|
|
Positif (+)
|
Negatif (-)
|
|
1. Tahu Kuning
|
+ |
-
|
2. Tahu Putih
|
+ | + |
3. Tahu Bulat
|
+ | + |
4. Bakso Ikan
|
+ | + |
5. Bakso Daging
|
-
|
+ |
6. Mie Bakso
|
+ | + |
7. Sosis
|
+ | + |
8. Basreng
|
-
|
+ |
9. Otak-Otak
|
-
|
+ |
10. Nughat
|
+ | - |
11. Siomay
|
-
|
+ |
Keterangan:
Adanya formalin ditunjukkan oleh hilangnya warna pink dari KMnO4, maka
sampel tersebut postitif (+) mengandung formalin.
6. Daftar Pustaka
http://laporan
akhir praktikum.blogspot.com/2013/06/laporan-praktikum-analisis- kualitatif_4.html#ixzz2puFwfQwD
file://kimia terpadu/ PROYEK PENDIDKAN
KIMIA Identifikasi Kandungan Formalin Pada Makanan.htm




0 komentar:
Posting Komentar