1.
DASAR TEORI
Air adalah senyawa kimia yang
terdiri dari dua atom hydrogen (H) dan satu atom oksigen (O) yang berkaitan
secara kovalen yang sangat penting fungsinya. Dengan adanya penyediaan air yang
bersih dan sehat dapat membantu dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.
(D. Dwijosaputro, 1984).
Air merupakan suatu zat yang sangat
penting karena sangat diperlukan untuk kehidupan. Air yang digunakan baik untuk
keperluan sehari-hari maupun keperluan proses industri, harus memenuhi
persyaratan tertentu. Ketersediaan air bergantung pada kondisi iklim suatu
daerah, terutama curah hujan. Di bumi terdapat 1,365 milyar km3 air
yang terdiri dari 97,25% air laut dan 2,75% air tawar. Air tawar sendiri
terdiri dari 2,063% salju, 0,027% air permukaan, 0,659% air tanah, dan air di
atmosfir sebesar 0,001%.
- Jenis-jenis Air
Berdasarkan
zat-zat kimia yang terlarut di dalam air, air dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu:
Ø Air
murni
Air yang tidak berasa, berwarna dan
berbau. Air ini ditemukan di laboratorium sebagai air destillasi. Air murni ini
bersifat netral dan elektrolit lemah.
Ø Air
laut
Air laut merupakan air permukaan
yang banyak mengandung garam, terutama NaCl, MgCl2, Na2SO4,
KCl, dan CaCl2. Kadar garam dari air laut bervariasi. Pada daerah
tropis yang banyak air hujan, kadar garam lebih rendah dibandingkan dengan
daerah subtropis.
Ø Air
tawar
Air tawar merupakan air sungai,
danau, tanah, yang mengandung sedikit garam. Air tawar bersifat asam bila
mengandung banyak asam yang berasal dari tanah berhumus atau rawa. Air tawar
juga dapat bersifat sadah bila banyak mengandung ion penyebab kesadahan seperti
Ca2+, Mg2+.
- Fungsi air
Beberapa Fungsi air adalah sebagai
berikut:
Ø Melarutkan
dan membawa sari-sari makanan, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang
membutuhkan.
Ø Melarutkan
dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita.
Ø Sebagai
katalisator dalam proses metabolisme.
Ø Sebagai
pelumas bagi sendi-sendi.
Ø Menstabilkan
suhu tubuh.
Ø Merendam
benturan bagi organ vital.
1.1 Kalsium (ca)
Kalsium
adalah unsur kimia dengan simbol Ca nomor atom 20. Ini memiliki massa atom
40,078. kalsium adalah logam alkali tanah lunak berwarna abu-abu, dan merupakan
unsur paling berlimpah kelima di kerak bumi. Kalsium dengan kerapatan 1,55 g/cm3,
adalah yang paling ringan dari logam alkali tanah; magnesium (gravitasi
spesifik 1,74) dan berilium (1,84) lebih padat, meskipun lebih ringan dari
massa atom. Kalsium juga merupakan ion terlarut kelima paling berlimpah dalam
air laut oleh molaritas dan massa, setelah natrium, klorida, magnesium, dan
sulfat.
Kalsium
adalah unsur penting yang diperlukan oleh hampir semua mahluk hidup. Kata
kalsium berasal dari bahasa latin calx,
berarti kapur yaitu suatu oksida yang umum dibentuk oleh unsur tersebut.
Meskipun calx telah dikenal di zaman
Romawi dan mungkin lebih awal, tetapi unsur kalsium baru tercatat ditemukan
pada tahun 1808 oleh Sir Humpry Davy. Unsur ini bersifat logam karena cenderung
melepaskan elektron. Disebut logam alkali tanah karena oksidanya bersifat basa
(alkalis).
Adanya
kalsium didalam air merupakan hasil pelarutan dari mineral seperti batu kapur,
dolomit, gibs dan sebagainya. Konsentrasi kalsium dalam air dapat bervariasi
mulai dari nol sampai beberpa ratus mg/L bergantung antara lain dari asal air
tersebut.
Kalsium
karbonat dalam konsentrasi kecil dapat mencegah korosi pada pipa-pipa metal
karena dapat mengendap membentuk lapisan pelindung. Sebaliknya garam-garam
kalsium terutama dalam jumlah yang besar dapat mengurai, karena panas dan
membetuk kerak yang mengandung ketel pemanas (boiler), peralatan memasak, dan
lain-lain. Kalsium juga merupakan faktor penyebab kesadahan air.
Analisa
terhada kalsium dapat dilakukan dengan alat SSA atau dengan cara titrasi
kompleksometri yang menggunakan larutan EDTA (Ethylene Diamine Tetra Acetic
Acid).
1.2 Analisis
Volumetri
Analisa
titrimetri atau analisa volumetri adalah analisis kuantitatif dengan mereaksikan suatu
zat yang dianalisis dengan larutan baku (standar) yang telah diketahui
konsentrasinya secara teliti, dan reaksi antara zat yang dianalisis dan larutan
standar tersebut berlangsung secara kuantitatif.
·
Larutan baku
(standar) adalah larutan yang telah diketahui konsentrasinya secara teliti, dan
konsentrasinya biasa dinyatakan dalam satuan N (normalitas) atau M (molaritas).
·
Indikator adalah zat yang ditambahkan untuk
menunjukkan titik akhir titrasi telah di capai. Umumnya indicator yang
digunakan adalah indicator azo dengan warna yang spesifik pada berbagai
perubahan pH.
·
Titik Ekuivalen adalah
titik dimana terjadi kesetaraan reaksi secara stokiometri antara zat yang
dianalisis dan larutan standar.
·
Titik akhir
titrasi adalah titik dimana terjadi perubahan warna pada
indicator yang menunjukkan titik ekuivalen reaksi antara zat yang dianalisis
dan larutan standar.
2.
Cara Kerja
A. Prinsip
kerja
Larutan
yang mengandung Ca dapat bereaksi dengan EDTA (Ethylene Diamine Tetra Acetic
Acid) dan membentuk senyawa Ca-EDTA pada pH 12-13, dengan menggunakan mureksid
sebagai indikator sampai terbentuk warna merah anggur.
1. Ca2+ + Murexide àCa-Murexide
(ungu) (merah
ungu)
2. Ca-Murexide + EDTA àCa-EDTA +
murexide
(merah ungu) (ungu)
B. Alat dan bahan
Peralatan yang digunakan:
·
Buret 100 mL
·
Labu erlenmeyer 100 mL
·
Pipet ukur 5 mL
Bahan penunjang uji
·
NaOH 1 N
·
Indikator mureksid
·
Larutan EDTA 0,01 M
·
Contoh air
C. Cara kerja
·
Pipet 10 mL contoh air dan masukan
kedalam erlenmeyer 100 mL.
·
Tambahkan 2 mL larutan NaOH 1 N.
·
Tambahkan indikator 0,2 g mureksid,
kocok.
·
Titrasi dengan larutan EDTA, sampai
warna merah anggur.
D. Cara perhitungan
mg/L Ca = A X B X 1000
mL contoh
keterangan: A: mL EDTA
B: mg Ca dalam 1 mL EDTA
33
Data Pengamatan
33.1 Hasil
analisis kalisium (Ca)
|
mL titrasi
EDTA
|
mg/L Ca
|
|
1.9
|
14.85
|
|
3.6
|
28.13
|
|
3.5
|
27.35
|
|
1.0
|
7.81
|
|
1.0
|
7.81
|
|
1.0
|
7.81
|
|
1.3
|
10.15
|
|
1.3
|
10.15
|
|
1.3
|
10.15
|
|
1.5
|
11.72
|
3.2 Data Perhitungan
Keterangan: Volume contoh:
50 mL
1 mL larutan EDTA: 0.3907 mg Ca
1. Titrasi EDTA: 1.9 mL
Perhitungan: Ca = A X B X 1000
mL contoh
= 1.9 X 0.3907 X 1000
50
= 14.85 mg/L
2. Titrasi
EDTA: 3.6 mL
Perhitungan: Ca = A X B X 1000
mL contoh
= 3.6 X 0.3907 X 1000
50
= 28.13 mg/L
3. Titrasi
EDTA: 3.5 mL
Perhitungan: Ca = A X B X 1000
mL contoh
= 3.5 X 0.3907 X 1000
50
= 27.35 mg/L
4. Titrasi
EDTA: 1.0 mL
Perhitungan: Ca = A X B X 1000
mL contoh
= 1.0 X 0.3907 X 1000
50
= 7.81 mg/L
5. Titrasi
EDTA: 1.0 mL
Perhitungan: Ca = A X B X 1000
mL contoh
= 1.0 X 0.3907 X 1000
50
= 7.81
mg/L
6. Titrasi
EDTA: 1.0 mL
Perhitungan: Ca = A X B X 1000
mL contoh
=1.0
X 0.3907 X 1000
50
= 7.81 mg/L
7. Titrasi
EDTA: 1.3 mL
Perhitungan: Ca = A X B X 1000
mL contoh
= 1.3
X 0.3907 X 1000
50
= 10.15 mg/L
8. Titrasi
EDTA: 1.3 mL
Perhitungan: Ca = A X B X 1000
mL contoh
= 1.3
X 0.3907 X 1000
50
= 10.15 mg/L
9. Titrasi
EDTA: 1.3 mL
Perhitungan: Ca = A X B X 1000
mL contoh
=1.3
X 0.3907 X 1000
50
=10.15
mg/L
10. Titrasi EDTA: 1.5 mL
Perhitungan:
Ca = A X B X 1000
mL contoh
= 1.5X 0.3907 X 1000
50
= 11.72 mg/L
4.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil analisis dari contoh air yang telah dianalisis, kadar kalsium di dalam
air sungai yang diperiksa berkisar antara 7.0-28.13 mg/L, Kalsium
tidak disyaratkan dalam air baku, air minum, air perikanan maupun air irigasi,
sehingga data tersebut tidak bisa dievaluasi untuk pemanfaatan air baku
tersebut. Meskipun demikian kalsium merupakan unsur dari kesadahan sehingga
perlu dianalisis bila ingin diketahui kesadahannya.
5.
Daftar Pustaka
file: /Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air.htm

0 komentar:
Posting Komentar